Viewer

Kamis, 19 Februari 2015

Inilah kami... kehidupan operator...

Inilah kami... kehidupan operator...
Dunia yang semakin maju sekarang sudah banyak menanamkan IT di setiap sekolah. Banyak pendataan yang dilakukan secara offline maupun online, mulai dari Dapodik, Padamu Negeri, Emis, BMD, SKP Online, Bos Online, Pendataan UN Online, dan masih banyak online-online lainnya. Guru di sekolah ataupun madrasah tugas pokoknya adalah mengajar, jika guru harus mengurusi pendataan tersebut kasian para siswanya. Sekarang di sekolah/madrasah bahkan TK sudah memiliki operator yang tugasnya untuk pengolahan data. Di sekolah maupun madrasah sekarang sama saja banyak pendataan yang dikerjakan oleh operator. Mirisnya... kasian para operator..hanya dimintai data tapi tidak diimbangi dengan kesejahteraan yang layak... berani membuat aplikasi padamu, pendataan dapodik harusnya juga bisa membuat peraturan anggaran resmi yg dikeluarkan dari pemerintah, di dalam juknis bos No 161 Tahun 2014 yang mengatur tentang penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan BOS 2015 pun tertulis dengan jelas tidak ada alokasi untuk honor operator, hanya untuk pulsa, kebijakan mengelola dana bos juga tergantung masing-masing sekolah... kalau ada panduan anggaran resmi yg mengatur honor operator kan paling tidak bisa membuat operator lebih legawa dalam melaksanakan tugas2 operator, lebih kasian lagi ada beberapa teman operator yg kurang diperhatikan saat pengolahan data di dapodik n padamu negeri.

Ketika pendataan online kami berusaha sabar mengentri data satu persatu, walaupun susah loading di siang hari, lebih banyak kami habiskan waktu entry di malam hari. Bahkan tak jarang kami harus rela tidur sampai dini hari untuk menyelesaikan tugas kami, kami merasa bertangung jawab atas tugas itu. Alhamdulillah jika di sekolah tersebut terbentuk mental teamwork yang baik dimana guru atau wali kelas ikut membantu dalam pengumpulan data dan pengecekan data, bisa meringankan beban operator, kadang sesama operator saya miris mendengarkan cerita teman, mungkin teman operator lainnya banyak yg mengalami juga, saat pendataan, tak jarang mereka juga yang mengumpulkan datanya, mereka juga yang mengeceknya, mereka juga yang mengentrinya. Lebih miris lagi jika mendengar ada teman saya salah ketik memasukkan data, lalu mereka para pns yang sudah sertifikasi dengan seenaknya menyalahkan tanpa memberikan haknya kepada dia, mereka hanya taunya jadi, tapi tidak berusaha mengerti bagaimana proses pendataannya.

Banyak juga teman operator yang tidak terjangkau jaringan internet di sekolah, misal di daerah pegunungan, yang setiap akan entri data harus mencari jaringan internet dulu yang jauhnya sekitar 10-20km dari sekolahnya. Mereka semua tetap melakukan itu karena mereka punya tanggung jawab. Tapi banyak juga teman operator yang kurang diperhatikan kesejahteraannya. Tugas-tugas pendataan yang banyak tidak diimbangi dengan kesejahteraan yang cukup. Kalau memang dana bos tidak bisa untuk honor operator, pihak sekolah maupun guru-guru yang sudah bersertifikasi harusnya memikirkan operator. Alhamdulillah para guru yang sudah memikirkan operator dengan cara menyisihkan sebagian rejekinya kepada operator. Kebangetan untuk guru yang hanya bisa menuntut pendataan harus benar tanpa memikirkan nasib operator.


Saat ini jam 12 malam lebih, saat yang lainnya tertidur pulas, masih banyak operator yang  begadang sampai dini hari. Kami harus merelakan waktu istirahat kami untuk menyelesaikan tanggung jawab kami. Kami mengerjakan tugas-tugas operator tidak cukup di sekolah lalu kami selesaikan di rumah, tak jarang saat mengerjakan di rumah kami khususnya yang sudah berkeluarga harus menunggu si kecil tidur dulu, harus menunggu suami atau istri istirahat dulu. Semoga Allah SWT mendengar doa para operator, semoga para operator diberi nikmat yang banyak, nikmat sehat, nikmat mempunyai kawan yang baik, nikmat berbagi, serta selalu ada rasa syukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kami. Salam data #dee

1 komentar: