Bunda…
Engkaulah embun penyejuk jiwa
Engkaulah cahaya bagi gelapnya jiwa
Engkaulah guru besar
Tanpa titel sarjana dan gelar
Engkaulah bunyi dawai kecapi firdausi
Yang diturunkan Tuhan ke bumi
Yang mengalunkan lagu cinta tiada henti
Selalu saja ku rindu
Abad-abad terus berlalu
Berjuta kali berganti baju
Nun jauh di sana mata bening menatapku haru
Penuh rindu
Mata bundaku yang slalu ku rindu
Bunda
Kucintai engkau dg tanpa keraguan di
dalamnya
Padahal kebanyakan cinta adl fatamorgana
Ingin ku katakan padamu dg gamblang n tulus
Cintaku padamu terukir zahir n halus
