BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Anak merupakan makhluk yang mengagumkan dan penuh teka-teki serta
menarik untuk dikaji. Kemudahan anak umur dua tahun untuk mempelajari bahasa
ibunya dan kreativitas anak untuk bermain dengan temannya merupakan dua hal
dari karakterstik anak yang sedang berkembang. Kebanyakan ahli psikologi
perkembangan melakukan penelitiannya dalam laboratorium dan sering kali
mengkaji pertanyaan-pertanyaan teoritis berdasarkan hasil penelitiannya. Produk
penelitian ini kadang-kadang dapat diterapkan di dunia nyata. Misalnya
penelitian tentang tahap awal perkembangan sosial yang secara relevan berkaitan
dengan orang tua tentang peranannya dalam kehidupannya sehari-hari, percobaan
tentang strategi pemecahan masalah pada anak akan memberikan informasi berharga
mengenai metode mengajar yang baik. Hasil dari penelitian atau pengkajian
teoritis baik secara langsung maupun tidak, yang dapat mempengaruhi pola
pendidikan atau pengajaran pada anak didik. Sehingga dengan mempelajari
pertumbuhan dan perkembangan anak didik, kita akan memperoleh beberapa
keuntungan diantaranya akan mempunyai pemahaman yang nyata tentang anak didik,
sehingga kita bisa merespon segala macam perilaku yang dilakukannya seiring
dengan masa tumbuh kembangnya secara tepat dan porposional.
Adapun perumusan masalah
yang kami bahas dalam makalah ini adalah tentang pertumbuhan dan perkembangan
peserta didik diantaranya yaitu:
1.
Apa pengertian pertumbuhan dan perkembangan?
2.
Bagaimana teori pertumbuhan dan perkembangan?
3.
Faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan?
4.
Meliputi aspek apa sajakah dalam pertumbuhan dan perkembangan?
5.
Bagaimana fase-fase pertumbuhan dan perkembangan?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan makalah yang kami susun ini adalah :
1.
Sebagai sarana untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang tentang pertmbuhan
dan perkembangan peserta didik.
2.
Memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen untuk membuat makalah mengenai pertumbuhan
dan perkembangan peserta didik.
BAB II
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK
A.
Pengertian
Pertumbuhan dan Perkembangan
1.
Pengertian
Pertumbuhan
Sering kali kita menganggap
perkembangan dan pertumbuhan itu sama. Namun sebenarnya kedua pengertian
tersebut berbeda. Biarpun dalam kenyataannya proses ini saling berkaitan dan
tidak dapat dipisahkan. Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pengertian
pertumbuhan:
a. Drs.H.M.Arifin,M.Ed
Pertumbuhan adalah suatu penambahan dalam ukuran bentuk dimensif
tubuh serta bagian-bagiannya. Perkembangan adalah perubahan dalam bentuk/bagian
tubuh dan integrasi pelbagai bagiannya ke dalam satu kesatuan fungsional bila
pertumbuhan itu berlangsung. Pertumbuhan dapat diukur sedangkan perkembangan
dapat diamati gejala-gejalanya. Perkembangan dipersyarati oleh pertumbuhan.
b. H.C Witherington
Pertumbuhan merupakan suatu sifat umum dari seluruh organisme,
seluruh personalitas atau kepribadian. Sedangkan perkembangan sebagai suatu
bagian dari pertumbuhan menunjuk pada perluasan fungsi-fungsi secara
terperinci.
c. Crow dan crow
Pertumbuhan pada umumnya terbatas pengertiannya pada
perubahan-perubahan struktural dan psikologis dari awal janin melalui
periode-periode sebelum lahir dan setelah lahir sampai dewasa.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan
merupakan perubahan yang dialami individu dalam aspek jasmaniah seperti
berubahnya struktur tulang, tinggi, dan berat badan, proporsi badan, semakin
sempurnanya jaringan saraf dan sejenisnya. Pertumbuhan merupakan
perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif, memiliki batas tertentu (untuk
menuju kesempurnaan). Pertumbuhan (growth) ialah bertambahnya ukuran dan jumlah
sel serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur
tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Bersifat kuantitatif sehingga dapat
diukur dengan mempergunakan satuan panjang dan berat.
2.
Pengertian
Perkembangan
Berikut beberapa pendapat para ahli
tentang pengertian perkembangan:
a. Menurut Kasiram, perkembangan mengandung makna
adanya pemunculan hal yang baru.
b. Menurut Santrock Yussen perkembangan adalah pola perkembangan
individu yang berawal pada masa konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat.
c. Menurut Knoers perkembangan dapat diartikan
sebagai proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada
tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan pertumbuhan dan belajar.
Dapat disimpulkan bahwa perkembangan
(development) ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks, jadi bersifat kualitatif yang pengukurannya
jauh lebih sulit daripada pengukuran pertumbuhan.
Keterkaitan antara pertumbuhan dan perkembangan diantaranya adalah
:
a. Pertumbuhan merupakan proses perubahan secara
fisik yang bersifat progresif dan kontinu serta berlangsung dalam periode
tertentu.
b. Perkembangan merupakan suatu proses perubahan
yang bersifat progresif dan menyebabkan tercapainya kemampuan dan karakteristik
psikis yang baru.
c. Pertumbuhan dan perkembangan saling berkaitan.
Berkat adanya pertumbuhan pada anak maka suatu saat akan tercapai kematangan.
d. Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek
fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi
organ/individu. Dimana keduanya berjalan secara berkesinambungan dalam tubuh
manusia.
B.
Teori Pertumbuhan
dan Perkembangan
1.
Teori Pertumbuhan
a.
Teori Cephalocoudal
Menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki.
Bagian-bagian pada kepala tumbuh lebih dahulu daripada bagian-bagian yang lain.
Hal ini sudah terlihat pada bagaian pranatal. Seorang bayi yang baru dilahirkan
mempunyai bagian-bagian dan alat-alat pada kepala yang lebih matang daripada
bagian-bagian tubuh lainnya. Misalnya bayi bisa menggunakan mulut dan matanya
lebih cepat daripada anggota badan lainnya.
b.
Teori Proximodistal
Menyatakan bahwa pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke
tepi. Alat-alat tubuh yang terdapat di pusat seperti jantung, hati dan
alat-alat pencernaan lebih dahulu berfungsi daripada anggota tubuh yang ada di
tepi. Hal ini tentu saja karena alat-alat tubuh yang ada di daerah pusat lebih
vital daripada anggota gerak misalnya tangan dan kaki.
2.
Teori
Perkembangan
a.
Nativisme
Tokoh aliran ini adalah Schoupenhour.
Perkembangan dipengaruhi oleh faktor bawaan atau keturunan. Anak pemusik akan
menjadi pemusik. Paham ini akan mempengaruhi sikap pendidikan dan peran
pendidika bahwa menurut teori ini, pendidikan tidak berperan. Hal ini membuat
adanya sikap negatif terhadap pendidikan.
b.
Empirisme
Tokoh aliran ini adalah John Locke.
Menurut aliran ini perkembangan dipengaruhi oleh lingkungan. Seorang anak
bagaikan sebuah kertas putih. Aliran ini menyebabkan adanya sikap yang terlalu
optimis terhadap pendidikan, padahal tidak semua pengalaman dari lingkungan
yang menyebabkan individu berbeda.
c.
Konvergensi
Tokoh aliran ini adalah Willian Stern.
Teori ini menyatakan bahwa perkembangan dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan.
Aliran ini mengatakan bahwa lingkungan termasuk pendidikan berpengaruh pada
perkembangan dan pertumbuhan, begitu pula dengan faktor genetik. Aliran ini
banyak dibuktikan dengan berbagai penelitian, misalnya pada anak kembar, pada
awal-awal perkembangannya anak banyak kemiripan, tetapi pada masa berikutnya
berbeda, artinya, bahwa genetik dan lingkungan berpengaruh. Pada masa awal
bawaan lebih dominan dan pada tingkat lanjut lingkungan lebih berpengaruh.
C.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
1.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan
Faktor yang mempengaruhinya antara lain:
a.
Pengaruh keluarga
Pengaruh di sini meliputi faktor keturunan maupun faktor lingkungan. Misalnya
orang tuanya mempunyai postur tubuh yang tinggi maka kemungkinan anaknya juga
mempunyai postur tubuh yang tinggi. Faktor lingkungan akan membantu menentukan
tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan yang dibawa oleh anak tersebut.
Pada setiap tahap usia, lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat
tubuh daripada terhadap tinggi tubuh.
b.
Pengaruh gizi
Anak-anak yang memperoleh gizi yang cukup biasanya akan lebih tinggi
tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf remaja dibandingkan dengan
mereka yang kurang memperoleh gizi. Linkungan dapat memberikan pengaruh pada
remaja sedemikian rupa sehingga menghambat atau mempercepat potensi untuk
pertumbuhan di masa remaja.
c.
Gangguan
emosional
Anak yang terlalu sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan
terbentuknya steroid adrenal yang
berlebihan dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon
pertumbuhan di kelenjar pituitari. Bila terjadi hal demikian, pertumbuhan dapat
terhambat dan tidak tercapai berat tubuh yang seharusnya.
d.
Jenis kelamin
Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak
perempuan. Kecuali pada usia 12 dan 15 tahun. Anak perempuan biasanya akan
sedikit lebih tinggi dan lebih berat daripada anak laki-laki. Terjadinya berat
dan tinggi tubuh ini karena bentuk tulang dan otot pada laki-laki memang
berbeda dari anak perempuan.
e.
Status sosial
ekonomi
Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah,
cenderung lebih kecil daripada anak yang berasal dari keluarga yang status
ekonominya tinggi.
f.
Kesehatan
Anak-anak yang sehat dan jarang sakit biasanya akan memiliki tubuh yang
lebih berat daripada anak yang sering sakit.
2.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi perkembangan
a.
Faktor turunan
(warisan)
Warisan atau keturunan yang dibawa anak sejak dari kandungan sebagaian
besar berasal dari kedua orangtuanya dan selebihnya berasal dari nenek
moyangnya kedua belah pihak (ayah dan ibu). Yang diturunkan misalnya
sifat-sifat, intelegensi dan bakat. Sifat dibawa manusia sejak lahir. Sifat
atau tabiat berbeda dengan kebiasaan. Sift sngat sukar diubah, sedangkan
kebiasaan dapat diubah setiap saat bila dikehendaki dengan sungguh-sungguh.
Contoh dari sifat misalnya pemarah, ramah, jujur, sedangkan contoh dari kebiasaan
adalah merokok, terlambat bangun tidur, terlambat masuk kelas.
Intelegensi adalah kemampuan yang bersifat umum untuk mengadakan
penyesuaian terhadap suatu situasi atau masalah. Kemampuan yang bersifat umum
tersebut meliputi berpikir mekanis, matematis, mengingat, berbahasa.
Bakat adalah kemampuan khusus yang menonjol diantara berbagai jenis
kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan khusus ini bisanya berbentuk
ketrampilan atau suatu bidang ilmu, misalnya seni suara, seni lukis, olahraga
dan sebagainya. Anak yang mempunyai bakat dapat diketahui orang tuanya dengan
memperhatikan tingkah laku dan kegiatan anaknya sejak dari kecil. Biasanya anak
yang memiliki bakat dalam suatu bidang, dia akan gemar sekali melakukan atau
membicarakan bidang tersebut
b.
Faktor lingkungan
1)
Keluarga
Keluarga merupakan tempat anak diasuh dan dibesarkan, berpengaruh besar
terhadap pertumbuhan dan perkembangannya, terutama keadaan ekonomi rumah tangga
serta tingkat keampuan orang tua dalam merawat yang sangat besar pengaruhnya terhadap
perkembangan anak. Sementara tingkat pendidikan orang tua juga berpengaruh terhadap
perkembangan anak.
2)
Sekolah
Sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak terutama untuk kecerdasan. Anak yang tidak pernah sekolah
akan tertinggal dalam berbagai hal. Sekolah akan meningkatkan pola pikir anak
karena di sekolah mereka dapat belajar bermacam-macam ilmu pengetahuan. Tinggi
rendahnya pendidikan dan jenis sekolah turut menentukan pola pikir serta
kepribadian anak.
3)
Masyarakat
Masyarakat adalah lingkungan tempat tinggal anak. Mereka juga termasuk
teman-teman anak di luar sekolah. Kondisi orang-orang di desa atau kota tempat
tinggal ia juga turut mempengaruhi perkembangan jiwanya. Anak-anak yang
dibesarkan di kota berbeda pola pikirnya dengan anak desa. Anak kota umumnya
lebih bersikap dinamis dan aktif bila dibandingkan dengan anak desa yang
cenderung bersikap statis dan lamban. Anak kota lebih berani mengungkapkan
pendapatnya, luwes pergaulannya dalam sehari-hari. Sementara anak desa biasanya
kurang berani mengeluarkan pendapat, pemalu dan kaku dalam pergaulan.
4)
Keadaan alam
sekitar
Keadaan alam sekitar tempat tinggal juga berpengaruh bagi pertumbuhan dan
perkembangan anak. Keadaan alam sekitar adalah lokasi anak bertempat tinggal,
di desa atau di kota, di pegunungan atau di pantai. Contohnya anak desa lebih
suka keadaan yang tenang dan sepi sedangkana anak kota menginginkan keadaan
yang ramai. Anak desa senang dengan lagu yang berirama sedih sementara anak
kota menyukai lagu yang lincah dan gembira. Perbedaan kejiwaan di atas adalah
akibat keadaan alam yang berbeda antara desa dengan kota.
D.
Aspek-aspek
Pertumbuhan dan Perkembangan
1.
Pertumbuhan Fisik
a.
Pertumbuhan
sebelum lahir
Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang
sangat kompleks karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ
tubuh dan tersusunnya jaringan syaraf yang membentuk sistem yang lengkap.
Pertumbuhan dan perkembangan janin diakhiri saat kelahiran. Kelahiran merupakan
tanda kematangan biologis dan jaringan saraf masing-masing komponen biologis
telah mampu berfungsi secara mandiri.
b.
Pertumbuhan
setelah lahir
Pertumbuhan fisik manusia setelah lahir merupakan kelanjutan pertumbuhan
sebelum lahir. Proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa.
Selama tahun pertama dalam pertumbuhannya ukuran badannya akan bertambah
sekitar sepertiga dari panjang badan semula dan berat badannya akan bertambah
menjadi sekitar tiga kalinya. Sejak lahir sampai dengan umur 25 tahun
perbandingan ukuran badan individu dari pertumbuhan yang kuang proporsional
sampai dengan proporsi yang ideal di masa dewasa.
2.
Intelek
Intelek atau daya pikir berkembang sejalan dengan pertumbuhan saraf otak
karena pikiran pada dasarnya menunjukkan fungsi otak, maka kemampuan
intelektual yang lazim disebut kemampuan berpikir, dipengaruhi oleh kematangan
otak yang mampu menunjukkan fungsinya secara baik. Perkembangan berfikir akan
diawali dengan kemampuan mengenal yaitu mengetahui dunia luar.
3.
Emosi
Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus dimiliki oleh
manusia. Dalam hidupnya atau dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia,
banyak hal yang dibutuhkannya. Emosi merupakan gejala perasaan disertai dengan
perubahan atau perilaku fisik. Seperti marah yang ditunjukkan dengan teriakan
suara keras atau tingkah laku yang lain. Begitu pula sebliknya seorang yang gembira
akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar dan sebagainya.
4.
Sosial
Manusia pasti membutuhkan manusia
lain, dalam proses pertumbuhan setiap orang tidak dapat berdiri sendiri. Setiap
manusia memerlukan lingkungan dan senantiasa akan memerlukan manusia lain. Pada
umumnya setiap anak akan lebih tertarik kepada teman sebaya yang sama jenis.
Anak membentuk kelompok sebaya sebagai dunianya, memahami dunia anak dan
kemudian dunia pergaulan yang lebih luas. Akhirnya manusia mengenal kehidupan
bersama, kemudian bermasyarakat atau berkehidupan sosial. Dlam perkembangannya
setiap orang akhirnya mengetahui bahwa manusia saling membantu dan dibantu,
memberi dan diberi.
5.
Bahasa
Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Setiap orang senantiasa
berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Bahasa sebagai alat komunikasi
dapat diartikan sebagai tanda, gerak, dan suara untuk menyampaikan isi pikiran
kepada orang lain.
6.
Bakat Khusus
Bakat adalah kemampuan khusus yang menonjol diantara berbagai jenis
kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan khusus ini bisanya berbentuk
ketrampilan atau suatu bidang ilmu, misalnya seni suara, seni lukis, olahraga
dan sebagainya. Seseorang yang memiliki bakat akan cepat diamati sebab kmampuan
yang dimiliki akan berkembang dengan pesat dan menonjol.
7.
Sikap, nilai dan
moral
Semakin tumbuh dan berkembangnya
fisik dan psikisnya anak mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan
hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh, yang harus dilakukan dan yang
dilarang. Menurut Piaget pada awalnya
pengenalan nilai dan perilaku serta tindakan itu masih bersifat paksaan dan
anak belum mengetahui maknanya. Akan tetapi sejalan dengan perkembangan
inteleknya, berangsur-angsur anak mulai mengikuti berbagai ketentuan yang
berlaku di dalam keluarga, masyarakat dan negara.
E.
Fase-fase
Pertumbuhan dan Perkembangan
1.
Fase-fase
pertumbuhan
a. Anak usia 0-2 tahun
Pada bulan-bulan awal bayi akan tumbuh dan
berkembang secara optimal, terutama bayi yang cukup memperoleh makanan bergizi
dan terbebas dari infeksi. Secara umum pada bulan kelima berat badan bayi akan
mencapai sekitar dua kali lipat dari berat badaan saat lahir, ketika mencapai
satu tahun berat badannya akan berlipat tiga kali lipat dari berat lahir. Bayi
normal biasanya pada saat lahir akan memiliki panjang badan berkisr 47-50 cm.
Tinggi badan anak juga mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun
pertama. Pertumbuhan otak bayi telah berlangsung pada masa konsepsi (minggu ke
2 sampai minggu ke 20 dalam kehamilan). Pertumbuhan otak akan terus
berlangsung. Biasanya pada tahun 1,2 dan 3 akan menjadi masa-masa otak bayi
berkembang lebih cepat daripada tahun-tahun sesudahnya (golden age). Pertumbuhan tulang dan otot bayi mengarah pada tiga
bentuk yaitu:
1) Endomorf, tubuh bayi yang cenderung berbentuk
bulat dan gemuk.
2) Mesomorf, tubuh bayi yang cenderung berbentuk
berat keras dan persegi panjang
3) Ektomorf, tubuh bayi yang cenderung berbentuk
langsing
Peningkatan jumlah tulang dan pengerasan tulang
terjadi pada tahun pertama.
b. Anak usia 2 – 6 tahun
Ketika masih bayi anak-anak begitu banyak
berlemak. Pada usia ini anak mulai kehilangan lemak bayi atau kegemukan mereka.
Anak balita segera tumbuh lebih ramping dan atletis. Badan dan kaki anak
tumbuh, sementara bentuk otot-otot perut berubah dan mengalami pengetatan. Anak
laki-laki cenderung memiliki massa otot lebih dibandingkan dengan perempuan.
Proporsi fisik anak-anak prasekolah juga terus bertambah dengan besar kepala
mereka yang masih tidak proporsional tapi kurang begitu tampak dibandingkan
dengan pada masa balita.
c. Anak usia 7 – 12 tahun
Usia ini merupakan usia remaja awal. Mereka ini
pada umumnya sedang mengalami pendidikan pada jenjang sekolah dasar. Kebanyakan
gadis mengalami percepatan pertumbuhan sekitar usia 9 atau 10 tahun, sedangkan
anak laki-laki mengalami percepatan pertumbuhan yang sama di sekitar usia 11
atau 12 tahun. Pada awal masa kanak-kanak tengah (7-9 tahun) anak-anak biasanya
menunjukkan perolehan penampilan baru, tampil lebih ramping dan atletis. Anak
laki-laki dan perempuan masih memiliki bentuk tubuh dengan proporsi yang sama
sampai dengan keduanya mencapai pubertas. Setelah pubertas, karakteristik
seksual sekunder mulai tampak, terutama bentuk kurva payudara pada wanita serta
suara yang lebih dalam dan bahu yang lebar pada laki-laki. Hal ini mempuat
perbedaan antara perempuan dan laki-laki lebih nyata.
d. Usia 12- 19 tahun
Peserta didik usia 12-19 tahun merupakan periode
remaja transisi yaitu periode transisi dari masa kanak-kanak dan usia dewasa.
Periode ini merupakan masa perubahan yang sangat besar. Pubertas adalah waktu
perkembangan fisik yang cepat, menandakan akhir masa kanak-kanak dan awal
kematangan seksual. Perubahan yang dihasilkan pada masa pubetas dapat berakibat
luas pada tubuh anka rmaja. Gadis remaja dan anak laki-laki sama-sama meningkat
tingi dan berat badannya, muncul kecanggungan umum, tumbuh jerawat dan
sebagainya. Perubahan yang dratis ini termasuk waktu pematangan seksual dapat
menjadi sumber kecemasan besar dan frustasi bagi mereka.
2.
Fase-fase
perkembangan
1. Fase bayi adalah saat perkembangan yang
berlangsung sejak lahir sampai 18 atau 24 bulan. Masa ini adalah masa yang
sangat bergantung kepada orang tua. Banyak kegiatan-kegiatan psikologis yang
baru dimulai misalnya : Bahasa, koordinasi sensorik motor dan sosialisasi.
2. Fase kanak-kanak awal adalah fase perkembangan
yang berlangsung sejak akhir masa bayi sampai 5 atau 6 tahun, kadang-kadang
disebut masa pra sekolah. Selama fase ini mereka belajar melakukan sendiri
banyak hal dan berkembang keterampilan-keterampilan yang berkaitan dengan
kesiapan untuk bersekolah dan memanfaatkan waktu selama beberapa jam untuk
bermain sendiri ataupun dengan temannya. Memasuki kelas satu SD menandai berakhirnya
fase ini.
3. Fase kanak-kanak tengah dan akhir (Usia
Sekolah) adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak kira-kira umur 6
sampai 11 tahun, sama dengan masa usia sekolah dasar. Anak-anak menguasai
keterampilan-keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung. Secara formal
mereka mulai memasuki dunia yang lebih luas dengan budayanya. Pencapaian
prestasi menjadi arah perhatian pada dunia anak, dan pengendalian diri sendiri
juga bertambah.
4. Masa remaja adalah masa perkembangan yang
merupakan transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa awal, yang dimulai
kira-kira timur 10 sampai 12 tahun dan berakhir kira-kira umur 18 sampai 22
tahun. Pada fase ini dilakukan upaya-upaya untuk mandiri dan pencarian
identifas diri. Pemikirannya Iebih logis, abstrak dan idealis. Pada masa ini
banyak waktu yang dimanfaatkan di luar keluarga.
5. Masa dewasa awal adalah masa perkembangan gaya
hidup individu, pada masa ini ada kecenderungan seseorang untuk melakukan
hubungan dengan orang lain, masa ini dimulai pada usia 20-40 tahun. Pada masa
ini pula individu mulai berusaha mencapai dan menguasai dunia, kebiasaan
berfikir rasional, dan memiliki peran sebagai orang tua dalam keluarga.
6. Masa setengah baya adalah mulai berkurangnya
fungsi-fungsi organ, misalnya daya ingat, pendengaran dan sebagainya. Masa ini
dimulai pada usia antara 40-65 tahun.
7. Masa tua adalah masa yang dimulai pada usia
diatas 65. Pada masa ini terjadi penurunan kecepatan dalam pergerakan dan
meningkatnya ketergantungan terhadap orang lain.
BAB III
PENUTUP
Sering kali kita terutama orang menganggap perkembangan dan
pertumbuhan itu sama. Namun sebenarnya kedua pengertian tersebut berbeda.
Biarpun dalam kenyataannya proses ini saling berkaitan dan tidak dapat
dipisahkan. Pertumbuhan merupakan perubahan yang dialami individu dalam aspek
jasmaniah seperti berubahnya struktur tulang, tinggi, dan berat Perkembangan
(development) ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks, jadi bersifat kualitatif yang pengukurannya jauh lebih sulit daripada
pengukuran pertumbuhan.
Teori Pertumbuhan diantaranya adalah Teori Cephalocoudal.
, menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki.
Bagian-bagian pada kepala tumbuh lebih dahulu daripada bagian-bagian yang lain.
Teori Proximodistal, Menyatakan bahwa
pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi. Alat-alat tubuh
yang terdapat di pusat seperti jantung, hati dan alat-alat pencernaan lebih
dahulu berfungsi daripada anggota tubuh yang ada di tepi.
Teori Perkembangan diantaranya Nativisme, Perkembangan dipengaruhi oleh
faktor bawaan atau keturunan. Empirisme, menurut aliran ini perkembangan
dipengaruhi oleh lingkungan. Seorang anak bagaikan sebuah kertas putih. Aliran
ini menyebabkan adanya sikap yang terlalu optimis terhadap pendiidkan, padahal
tidak semua pengalaman dari lingkungan yang menyenankan individu berbeda. Konvergensi,
teori ini menyatakan bahwa perkembangan dipengaruhi oleh pembawaan dan
linkungan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain pengaruh keluarga,
pengaruh gizi, gangguan emosional, jenis kelamin, status sosial ekonomi, dan kesehatan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan antara lain faktor turunan
(warisan), faktor lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat dan alam sekitar). Aspek-aspek
Pertumbuhan dan Perkembangan antara lain pertumbuhan Fisik, intelek , emosi, sosial,
bahasa, bakat khusus dan sikap, nilai dan moral
Alhamdulillah, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Apabila terjadi
ketidakpasan atau kesalahan dari isi makalah ini itu karena keterbatasan kami
dalam penyusunan makalah ini karena pengetahuan kami yang masih sangat minim.
Kami berharap sedikit penjelasan yang ada dalam makalah ini dapat menambah
wawasan para pembaca dan dapat memberikan manfaat dalam proses pembelajaran
Kepribadian Guru. Kami berrharap pembaca dapat memberikan saran yang bersifat
membangun demi tercapainya hasil yang lebih baik. Terima kasih telah berkenan membaca makalah kami dan semoga befmanfaat
untuk kita semua. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi,
Abu dan Munawar Sholeh. Psikologi
Perkembangan. Jakarta : Rineka Cipta.
2005.
Danim,
Sudarwan. Perkembangan Peserta Didik.
Bandung : Alfabeta. 2010.
Hidayah,
Rifa. Psikologi Pengasuhan Anak.
Malang : UIN- Malang Press. 2009.
MT
Indiarti. Smart Baby. Yogyakarta :
Pyramid Publisher. 2008
Sunarto
dan Agung Hartono. Perkembangan Peserta
Didik. Jakarta : Rineka Cipta. 2002.
Wikipedia. Pengertian
Pertumbuhan dan Perkembangan . (Online). (http://wikipedia.org.com,
diakses tanggal 22 Maret 2011)