Viewer

Kamis, 19 Februari 2015

Inilah kami... kehidupan operator...

Inilah kami... kehidupan operator...
Dunia yang semakin maju sekarang sudah banyak menanamkan IT di setiap sekolah. Banyak pendataan yang dilakukan secara offline maupun online, mulai dari Dapodik, Padamu Negeri, Emis, BMD, SKP Online, Bos Online, Pendataan UN Online, dan masih banyak online-online lainnya. Guru di sekolah ataupun madrasah tugas pokoknya adalah mengajar, jika guru harus mengurusi pendataan tersebut kasian para siswanya. Sekarang di sekolah/madrasah bahkan TK sudah memiliki operator yang tugasnya untuk pengolahan data. Di sekolah maupun madrasah sekarang sama saja banyak pendataan yang dikerjakan oleh operator. Mirisnya... kasian para operator..hanya dimintai data tapi tidak diimbangi dengan kesejahteraan yang layak... berani membuat aplikasi padamu, pendataan dapodik harusnya juga bisa membuat peraturan anggaran resmi yg dikeluarkan dari pemerintah, di dalam juknis bos No 161 Tahun 2014 yang mengatur tentang penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan BOS 2015 pun tertulis dengan jelas tidak ada alokasi untuk honor operator, hanya untuk pulsa, kebijakan mengelola dana bos juga tergantung masing-masing sekolah... kalau ada panduan anggaran resmi yg mengatur honor operator kan paling tidak bisa membuat operator lebih legawa dalam melaksanakan tugas2 operator, lebih kasian lagi ada beberapa teman operator yg kurang diperhatikan saat pengolahan data di dapodik n padamu negeri.

Ketika pendataan online kami berusaha sabar mengentri data satu persatu, walaupun susah loading di siang hari, lebih banyak kami habiskan waktu entry di malam hari. Bahkan tak jarang kami harus rela tidur sampai dini hari untuk menyelesaikan tugas kami, kami merasa bertangung jawab atas tugas itu. Alhamdulillah jika di sekolah tersebut terbentuk mental teamwork yang baik dimana guru atau wali kelas ikut membantu dalam pengumpulan data dan pengecekan data, bisa meringankan beban operator, kadang sesama operator saya miris mendengarkan cerita teman, mungkin teman operator lainnya banyak yg mengalami juga, saat pendataan, tak jarang mereka juga yang mengumpulkan datanya, mereka juga yang mengeceknya, mereka juga yang mengentrinya. Lebih miris lagi jika mendengar ada teman saya salah ketik memasukkan data, lalu mereka para pns yang sudah sertifikasi dengan seenaknya menyalahkan tanpa memberikan haknya kepada dia, mereka hanya taunya jadi, tapi tidak berusaha mengerti bagaimana proses pendataannya.

Banyak juga teman operator yang tidak terjangkau jaringan internet di sekolah, misal di daerah pegunungan, yang setiap akan entri data harus mencari jaringan internet dulu yang jauhnya sekitar 10-20km dari sekolahnya. Mereka semua tetap melakukan itu karena mereka punya tanggung jawab. Tapi banyak juga teman operator yang kurang diperhatikan kesejahteraannya. Tugas-tugas pendataan yang banyak tidak diimbangi dengan kesejahteraan yang cukup. Kalau memang dana bos tidak bisa untuk honor operator, pihak sekolah maupun guru-guru yang sudah bersertifikasi harusnya memikirkan operator. Alhamdulillah para guru yang sudah memikirkan operator dengan cara menyisihkan sebagian rejekinya kepada operator. Kebangetan untuk guru yang hanya bisa menuntut pendataan harus benar tanpa memikirkan nasib operator.


Saat ini jam 12 malam lebih, saat yang lainnya tertidur pulas, masih banyak operator yang  begadang sampai dini hari. Kami harus merelakan waktu istirahat kami untuk menyelesaikan tanggung jawab kami. Kami mengerjakan tugas-tugas operator tidak cukup di sekolah lalu kami selesaikan di rumah, tak jarang saat mengerjakan di rumah kami khususnya yang sudah berkeluarga harus menunggu si kecil tidur dulu, harus menunggu suami atau istri istirahat dulu. Semoga Allah SWT mendengar doa para operator, semoga para operator diberi nikmat yang banyak, nikmat sehat, nikmat mempunyai kawan yang baik, nikmat berbagi, serta selalu ada rasa syukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kami. Salam data #dee

Selasa, 13 Mei 2014

Jodoh tak kemana

one day...
"kapan ya aku bisa nikah?'' ucap dirinya..
seorang kawan risau menanti pendamping hidup..
semakin hari semakin bertambah usia
menjadikan dirinya diliputi kecemasan

well...ga usah khawatir kawan...
jodoh itu tak kemana..
namanya jodoh itu gampang-gampang susah..
kita udah bela-belain berkorban buat dia 
tapi kalau tidak jodoh ya diikhlasin saja..
kelak Allah pasti mendatangkan jodoh
bisa dekat bisa jauh bisa lebih mudah bisa lebih tua
kita gak akan tahu siapa jodoh kita kalau belum 
diberi jalan oleh Alloh
so...perbanyak sedekah...
Insyaallah mendekatkan jodoh kita..

Love Someone who will bring you straight to Jannah

Rabu, 19 September 2012

Bunda



Bunda…
Engkaulah embun penyejuk jiwa
Engkaulah cahaya bagi gelapnya jiwa
Engkaulah guru besar
Tanpa titel sarjana dan gelar
Engkaulah bunyi dawai kecapi firdausi
Yang diturunkan Tuhan ke bumi
Yang mengalunkan lagu cinta tiada henti

Selalu saja ku rindu
Abad-abad terus berlalu
Berjuta kali berganti baju
Nun jauh di sana mata bening menatapku haru
Penuh rindu
Mata bundaku yang slalu ku rindu

Bunda
Kucintai engkau dg tanpa keraguan di dalamnya
Padahal kebanyakan cinta adl fatamorgana
Ingin ku katakan padamu dg gamblang n tulus
Cintaku padamu terukir zahir n halus

Senin, 07 Mei 2012

Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Anak merupakan makhluk yang mengagumkan dan penuh teka-teki serta menarik untuk dikaji. Kemudahan anak umur dua tahun untuk mempelajari bahasa ibunya dan kreativitas anak untuk bermain dengan temannya merupakan dua hal dari karakterstik anak yang sedang berkembang. Kebanyakan ahli psikologi perkembangan melakukan penelitiannya dalam laboratorium dan sering kali mengkaji pertanyaan-pertanyaan teoritis berdasarkan hasil penelitiannya. Produk penelitian ini kadang-kadang dapat diterapkan di dunia nyata. Misalnya penelitian tentang tahap awal perkembangan sosial yang secara relevan berkaitan dengan orang tua tentang peranannya dalam kehidupannya sehari-hari, percobaan tentang strategi pemecahan masalah pada anak akan memberikan informasi berharga mengenai metode mengajar yang baik. Hasil dari penelitian atau pengkajian teoritis baik secara langsung maupun tidak, yang dapat mempengaruhi pola pendidikan atau pengajaran pada anak didik. Sehingga dengan mempelajari pertumbuhan dan perkembangan anak didik, kita akan memperoleh beberapa keuntungan diantaranya akan mempunyai pemahaman yang nyata tentang anak didik, sehingga kita bisa merespon segala macam perilaku yang dilakukannya seiring dengan masa tumbuh kembangnya secara tepat dan porposional.

B.   Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang kami bahas dalam makalah ini adalah tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik diantaranya yaitu:
1.     Apa pengertian pertumbuhan dan perkembangan?
2.     Bagaimana teori pertumbuhan dan perkembangan?
3.     Faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan?
4.     Meliputi aspek apa sajakah dalam pertumbuhan dan perkembangan?
5.     Bagaimana fase-fase pertumbuhan dan perkembangan?



C.   Tujuan Penulisan
Tujuan makalah yang kami susun ini adalah :
1.     Sebagai sarana untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang tentang pertmbuhan dan perkembangan peserta didik.
2.     Memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen untuk membuat makalah mengenai pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.



BAB II
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


A.   Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
1.   Pengertian Pertumbuhan
Sering kali kita menganggap perkembangan dan pertumbuhan itu sama. Namun sebenarnya kedua pengertian tersebut berbeda. Biarpun dalam kenyataannya proses ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pengertian pertumbuhan:
a.    Drs.H.M.Arifin,M.Ed
Pertumbuhan adalah suatu penambahan dalam ukuran bentuk dimensif tubuh serta bagian-bagiannya. Perkembangan adalah perubahan dalam bentuk/bagian tubuh dan integrasi pelbagai bagiannya ke dalam satu kesatuan fungsional bila pertumbuhan itu berlangsung. Pertumbuhan dapat diukur sedangkan perkembangan dapat diamati gejala-gejalanya. Perkembangan dipersyarati oleh pertumbuhan.
b.    H.C Witherington
Pertumbuhan merupakan suatu sifat umum dari seluruh organisme, seluruh personalitas atau kepribadian. Sedangkan perkembangan sebagai suatu bagian dari pertumbuhan menunjuk pada perluasan fungsi-fungsi secara terperinci.
c.    Crow dan crow
Pertumbuhan pada umumnya terbatas pengertiannya pada perubahan-perubahan struktural dan psikologis dari awal janin melalui periode-periode sebelum lahir dan setelah lahir sampai dewasa.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan merupakan perubahan yang dialami individu dalam aspek jasmaniah seperti berubahnya struktur tulang, tinggi, dan berat badan, proporsi badan, semakin sempurnanya jaringan saraf dan sejenisnya. Pertumbuhan merupakan perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif, memiliki batas tertentu (untuk menuju kesempurnaan). Pertumbuhan (growth) ialah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Bersifat kuantitatif sehingga dapat diukur dengan mempergunakan satuan panjang dan berat.

2.   Pengertian Perkembangan
Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pengertian perkembangan:
a.    Menurut Kasiram, perkembangan mengandung makna adanya pemunculan hal yang baru.
b.    Menurut Santrock  Yussen perkembangan adalah pola perkembangan individu yang berawal pada masa konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat.
c.    Menurut Knoers perkembangan dapat diartikan sebagai proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan pertumbuhan dan belajar.
Dapat disimpulkan bahwa perkembangan (development) ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, jadi bersifat kualitatif  yang pengukurannya jauh lebih sulit daripada pengukuran pertumbuhan.
Keterkaitan antara pertumbuhan dan perkembangan diantaranya adalah :
a.    Pertumbuhan merupakan proses perubahan secara fisik yang bersifat progresif dan kontinu serta berlangsung dalam periode tertentu.
b.    Perkembangan merupakan suatu proses perubahan yang bersifat progresif dan menyebabkan tercapainya kemampuan dan karakteristik psikis yang baru.
c.    Pertumbuhan dan perkembangan saling berkaitan. Berkat adanya pertumbuhan pada anak maka suatu saat akan tercapai kematangan.
d.    Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu. Dimana keduanya berjalan secara berkesinambungan dalam tubuh manusia.



B.   Teori Pertumbuhan dan Perkembangan
1.   Teori Pertumbuhan
a.    Teori Cephalocoudal
Menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki. Bagian-bagian pada kepala tumbuh lebih dahulu daripada bagian-bagian yang lain. Hal ini sudah terlihat pada bagaian pranatal. Seorang bayi yang baru dilahirkan mempunyai bagian-bagian dan alat-alat pada kepala yang lebih matang daripada bagian-bagian tubuh lainnya. Misalnya bayi bisa menggunakan mulut dan matanya lebih cepat daripada anggota badan lainnya.
b.    Teori Proximodistal
Menyatakan bahwa pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi. Alat-alat tubuh yang terdapat di pusat seperti jantung, hati dan alat-alat pencernaan lebih dahulu berfungsi daripada anggota tubuh yang ada di tepi. Hal ini tentu saja karena alat-alat tubuh yang ada di daerah pusat lebih vital daripada anggota gerak misalnya tangan dan kaki.

2.   Teori Perkembangan
a.    Nativisme
Tokoh aliran ini adalah Schoupenhour. Perkembangan dipengaruhi oleh faktor bawaan atau keturunan. Anak pemusik akan menjadi pemusik. Paham ini akan mempengaruhi sikap pendidikan dan peran pendidika bahwa menurut teori ini, pendidikan tidak berperan. Hal ini membuat adanya sikap negatif terhadap pendidikan.
b.    Empirisme
Tokoh aliran ini adalah John Locke. Menurut aliran ini perkembangan dipengaruhi oleh lingkungan. Seorang anak bagaikan sebuah kertas putih. Aliran ini menyebabkan adanya sikap yang terlalu optimis terhadap pendidikan, padahal tidak semua pengalaman dari lingkungan yang menyebabkan individu berbeda.
c.    Konvergensi
Tokoh aliran ini adalah Willian Stern. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan. Aliran ini mengatakan bahwa lingkungan termasuk pendidikan berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan, begitu pula dengan faktor genetik. Aliran ini banyak dibuktikan dengan berbagai penelitian, misalnya pada anak kembar, pada awal-awal perkembangannya anak banyak kemiripan, tetapi pada masa berikutnya berbeda, artinya, bahwa genetik dan lingkungan berpengaruh. Pada masa awal bawaan lebih dominan dan pada tingkat lanjut lingkungan lebih berpengaruh.

C.   Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
1.   Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Faktor yang mempengaruhinya antara lain:
a.    Pengaruh keluarga
Pengaruh di sini meliputi faktor keturunan maupun faktor lingkungan. Misalnya orang tuanya mempunyai postur tubuh yang tinggi maka kemungkinan anaknya juga mempunyai postur tubuh yang tinggi. Faktor lingkungan akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan yang dibawa oleh anak tersebut. Pada setiap tahap usia, lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh daripada terhadap tinggi tubuh.
b.    Pengaruh gizi
Anak-anak yang memperoleh gizi yang cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf remaja dibandingkan dengan mereka yang kurang memperoleh gizi. Linkungan dapat memberikan pengaruh pada remaja sedemikian rupa sehingga menghambat atau mempercepat potensi untuk pertumbuhan di masa remaja.
c.    Gangguan emosional
Anak yang terlalu sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan di kelenjar pituitari. Bila terjadi hal demikian, pertumbuhan dapat terhambat dan tidak tercapai berat tubuh yang seharusnya.
d.    Jenis kelamin
Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan. Kecuali pada usia 12 dan 15 tahun. Anak perempuan biasanya akan sedikit lebih tinggi dan lebih berat daripada anak laki-laki. Terjadinya berat dan tinggi tubuh ini karena bentuk tulang dan otot pada laki-laki memang berbeda dari anak perempuan.

e.    Status sosial ekonomi
Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah, cenderung lebih kecil daripada anak yang berasal dari keluarga yang status ekonominya tinggi.
f.     Kesehatan
Anak-anak yang sehat dan jarang sakit biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat daripada anak yang sering sakit.

2.   Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
a.    Faktor turunan (warisan)
Warisan atau keturunan yang dibawa anak sejak dari kandungan sebagaian besar berasal dari kedua orangtuanya dan selebihnya berasal dari nenek moyangnya kedua belah pihak (ayah dan ibu). Yang diturunkan misalnya sifat-sifat, intelegensi dan bakat. Sifat dibawa manusia sejak lahir. Sifat atau tabiat berbeda dengan kebiasaan. Sift sngat sukar diubah, sedangkan kebiasaan dapat diubah setiap saat bila dikehendaki dengan sungguh-sungguh. Contoh dari sifat misalnya pemarah, ramah, jujur, sedangkan contoh dari kebiasaan adalah merokok, terlambat bangun tidur, terlambat masuk kelas. 
Intelegensi adalah kemampuan yang bersifat umum untuk mengadakan penyesuaian terhadap suatu situasi atau masalah. Kemampuan yang bersifat umum tersebut meliputi berpikir mekanis, matematis, mengingat, berbahasa.
Bakat adalah kemampuan khusus yang menonjol diantara berbagai jenis kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan khusus ini bisanya berbentuk ketrampilan atau suatu bidang ilmu, misalnya seni suara, seni lukis, olahraga dan sebagainya. Anak yang mempunyai bakat dapat diketahui orang tuanya dengan memperhatikan tingkah laku dan kegiatan anaknya sejak dari kecil. Biasanya anak yang memiliki bakat dalam suatu bidang, dia akan gemar sekali melakukan atau membicarakan bidang tersebut
b.    Faktor lingkungan
1)    Keluarga
Keluarga merupakan tempat anak diasuh dan dibesarkan, berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangannya, terutama keadaan ekonomi rumah tangga serta tingkat keampuan orang tua dalam merawat yang sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Sementara tingkat pendidikan orang tua juga berpengaruh terhadap perkembangan anak.
2)    Sekolah
Sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama untuk kecerdasan. Anak yang tidak pernah sekolah akan tertinggal dalam berbagai hal. Sekolah akan meningkatkan pola pikir anak karena di sekolah mereka dapat belajar bermacam-macam ilmu pengetahuan. Tinggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolah turut menentukan pola pikir serta kepribadian anak.
3)    Masyarakat
Masyarakat adalah lingkungan tempat tinggal anak. Mereka juga termasuk teman-teman anak di luar sekolah. Kondisi orang-orang di desa atau kota tempat tinggal ia juga turut mempengaruhi perkembangan jiwanya. Anak-anak yang dibesarkan di kota berbeda pola pikirnya dengan anak desa. Anak kota umumnya lebih bersikap dinamis dan aktif bila dibandingkan dengan anak desa yang cenderung bersikap statis dan lamban. Anak kota lebih berani mengungkapkan pendapatnya, luwes pergaulannya dalam sehari-hari. Sementara anak desa biasanya kurang berani mengeluarkan pendapat, pemalu dan kaku dalam pergaulan.
4)    Keadaan alam sekitar
Keadaan alam sekitar tempat tinggal juga berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Keadaan alam sekitar adalah lokasi anak bertempat tinggal, di desa atau di kota, di pegunungan atau di pantai. Contohnya anak desa lebih suka keadaan yang tenang dan sepi sedangkana anak kota menginginkan keadaan yang ramai. Anak desa senang dengan lagu yang berirama sedih sementara anak kota menyukai lagu yang lincah dan gembira. Perbedaan kejiwaan di atas adalah akibat keadaan alam yang berbeda antara desa dengan kota.





D.   Aspek-aspek Pertumbuhan dan Perkembangan
1.   Pertumbuhan Fisik
a.    Pertumbuhan sebelum lahir
Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat kompleks karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan syaraf yang membentuk sistem yang lengkap. Pertumbuhan dan perkembangan janin diakhiri saat kelahiran. Kelahiran merupakan tanda kematangan biologis dan jaringan saraf masing-masing komponen biologis telah mampu berfungsi secara mandiri.
b.    Pertumbuhan setelah lahir
Pertumbuhan fisik manusia setelah lahir merupakan kelanjutan pertumbuhan sebelum lahir. Proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa. Selama tahun pertama dalam pertumbuhannya ukuran badannya akan bertambah sekitar sepertiga dari panjang badan semula dan berat badannya akan bertambah menjadi sekitar tiga kalinya. Sejak lahir sampai dengan umur 25 tahun perbandingan ukuran badan individu dari pertumbuhan yang kuang proporsional sampai dengan proporsi yang ideal di masa dewasa.

2.   Intelek
Intelek atau daya pikir berkembang sejalan dengan pertumbuhan saraf otak karena pikiran pada dasarnya menunjukkan fungsi otak, maka kemampuan intelektual yang lazim disebut kemampuan berpikir, dipengaruhi oleh kematangan otak yang mampu menunjukkan fungsinya secara baik. Perkembangan berfikir akan diawali dengan kemampuan mengenal yaitu mengetahui dunia luar.

3.   Emosi
Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus dimiliki oleh manusia. Dalam hidupnya atau dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, banyak hal yang dibutuhkannya. Emosi merupakan gejala perasaan disertai dengan perubahan atau perilaku fisik. Seperti marah yang ditunjukkan dengan teriakan suara keras atau tingkah laku yang lain. Begitu pula sebliknya seorang yang gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar dan sebagainya.
4.   Sosial
Manusia  pasti membutuhkan manusia lain, dalam proses pertumbuhan setiap orang tidak dapat berdiri sendiri. Setiap manusia memerlukan lingkungan dan senantiasa akan memerlukan manusia lain. Pada umumnya setiap anak akan lebih tertarik kepada teman sebaya yang sama jenis. Anak membentuk kelompok sebaya sebagai dunianya, memahami dunia anak dan kemudian dunia pergaulan yang lebih luas. Akhirnya manusia mengenal kehidupan bersama, kemudian bermasyarakat atau berkehidupan sosial. Dlam perkembangannya setiap orang akhirnya mengetahui bahwa manusia saling membantu dan dibantu, memberi dan diberi.

5.   Bahasa
Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Setiap orang senantiasa berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai tanda, gerak, dan suara untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain.

6.   Bakat Khusus
Bakat adalah kemampuan khusus yang menonjol diantara berbagai jenis kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan khusus ini bisanya berbentuk ketrampilan atau suatu bidang ilmu, misalnya seni suara, seni lukis, olahraga dan sebagainya. Seseorang yang memiliki bakat akan cepat diamati sebab kmampuan yang dimiliki akan berkembang dengan pesat dan menonjol.

7.   Sikap, nilai dan moral
Semakin  tumbuh dan berkembangnya fisik dan psikisnya anak mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh, yang harus dilakukan dan yang dilarang. Menurut Piaget pada awalnya pengenalan nilai dan perilaku serta tindakan itu masih bersifat paksaan dan anak belum mengetahui maknanya. Akan tetapi sejalan dengan perkembangan inteleknya, berangsur-angsur anak mulai mengikuti berbagai ketentuan yang berlaku di dalam keluarga, masyarakat dan negara.


E.   Fase-fase Pertumbuhan dan Perkembangan
1.   Fase-fase pertumbuhan
a.    Anak usia 0-2 tahun
Pada bulan-bulan awal bayi akan tumbuh dan berkembang secara optimal, terutama bayi yang cukup memperoleh makanan bergizi dan terbebas dari infeksi. Secara umum pada bulan kelima berat badan bayi akan mencapai sekitar dua kali lipat dari berat badaan saat lahir, ketika mencapai satu tahun berat badannya akan berlipat tiga kali lipat dari berat lahir. Bayi normal biasanya pada saat lahir akan memiliki panjang badan berkisr 47-50 cm. Tinggi badan anak juga mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun pertama. Pertumbuhan otak bayi telah berlangsung pada masa konsepsi (minggu ke 2 sampai minggu ke 20 dalam kehamilan). Pertumbuhan otak akan terus berlangsung. Biasanya pada tahun 1,2 dan 3 akan menjadi masa-masa otak bayi berkembang lebih cepat daripada tahun-tahun sesudahnya (golden age). Pertumbuhan tulang dan otot bayi mengarah pada tiga bentuk yaitu:
1)    Endomorf, tubuh bayi yang cenderung berbentuk bulat dan gemuk.
2)    Mesomorf, tubuh bayi yang cenderung berbentuk berat keras dan persegi panjang
3)    Ektomorf, tubuh bayi yang cenderung berbentuk langsing
Peningkatan jumlah tulang dan pengerasan tulang terjadi pada tahun pertama.

b.    Anak usia 2 – 6 tahun
Ketika masih bayi anak-anak begitu banyak berlemak. Pada usia ini anak mulai kehilangan lemak bayi atau kegemukan mereka. Anak balita segera tumbuh lebih ramping dan atletis. Badan dan kaki anak tumbuh, sementara bentuk otot-otot perut berubah dan mengalami pengetatan. Anak laki-laki cenderung memiliki massa otot lebih dibandingkan dengan perempuan. Proporsi fisik anak-anak prasekolah juga terus bertambah dengan besar kepala mereka yang masih tidak proporsional tapi kurang begitu tampak dibandingkan dengan pada masa balita.



c.    Anak usia 7 – 12 tahun
Usia ini merupakan usia remaja awal. Mereka ini pada umumnya sedang mengalami pendidikan pada jenjang sekolah dasar. Kebanyakan gadis mengalami percepatan pertumbuhan sekitar usia 9 atau 10 tahun, sedangkan anak laki-laki mengalami percepatan pertumbuhan yang sama di sekitar usia 11 atau 12 tahun. Pada awal masa kanak-kanak tengah (7-9 tahun) anak-anak biasanya menunjukkan perolehan penampilan baru, tampil lebih ramping dan atletis. Anak laki-laki dan perempuan masih memiliki bentuk tubuh dengan proporsi yang sama sampai dengan keduanya mencapai pubertas. Setelah pubertas, karakteristik seksual sekunder mulai tampak, terutama bentuk kurva payudara pada wanita serta suara yang lebih dalam dan bahu yang lebar pada laki-laki. Hal ini mempuat perbedaan antara perempuan dan laki-laki lebih nyata.

d.    Usia 12- 19 tahun
Peserta didik usia 12-19 tahun merupakan periode remaja transisi yaitu periode transisi dari masa kanak-kanak dan usia dewasa. Periode ini merupakan masa perubahan yang sangat besar. Pubertas adalah waktu perkembangan fisik yang cepat, menandakan akhir masa kanak-kanak dan awal kematangan seksual. Perubahan yang dihasilkan pada masa pubetas dapat berakibat luas pada tubuh anka rmaja. Gadis remaja dan anak laki-laki sama-sama meningkat tingi dan berat badannya, muncul kecanggungan umum, tumbuh jerawat dan sebagainya. Perubahan yang dratis ini termasuk waktu pematangan seksual dapat menjadi sumber kecemasan besar dan frustasi bagi mereka.

2.   Fase-fase perkembangan
1.    Fase bayi adalah saat perkembangan yang berlangsung sejak lahir sampai 18 atau 24 bulan. Masa ini adalah masa yang sangat bergantung kepada orang tua. Banyak kegiatan-kegiatan psikologis yang baru dimulai misalnya : Bahasa, koordinasi sensorik motor dan sosialisasi.
2.    Fase kanak-kanak awal adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak akhir masa bayi sampai 5 atau 6 tahun, kadang-kadang disebut masa pra sekolah. Selama fase ini mereka belajar melakukan sendiri banyak hal dan berkembang keterampilan-keterampilan yang berkaitan dengan kesiapan untuk bersekolah dan memanfaatkan waktu selama beberapa jam untuk bermain sendiri ataupun dengan temannya. Memasuki kelas satu SD menandai berakhirnya fase ini.
3.    Fase kanak-kanak tengah dan akhir (Usia Sekolah) adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak kira-kira umur 6 sampai 11 tahun, sama dengan masa usia sekolah dasar. Anak-anak menguasai keterampilan-keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung. Secara formal mereka mulai memasuki dunia yang lebih luas dengan budayanya. Pencapaian prestasi menjadi arah perhatian pada dunia anak, dan pengendalian diri sendiri juga bertambah.
4.    Masa remaja adalah masa perkembangan yang merupakan transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa awal, yang dimulai kira-kira timur 10 sampai 12 tahun dan berakhir kira-kira umur 18 sampai 22 tahun. Pada fase ini dilakukan upaya-upaya untuk mandiri dan pencarian identifas diri. Pemikirannya Iebih logis, abstrak dan idealis. Pada masa ini banyak waktu yang dimanfaatkan di luar keluarga.
5.    Masa dewasa awal adalah masa perkembangan gaya hidup individu, pada masa ini ada kecenderungan seseorang untuk melakukan hubungan dengan orang lain, masa ini dimulai pada usia 20-40 tahun. Pada masa ini pula individu mulai berusaha mencapai dan menguasai dunia, kebiasaan berfikir rasional, dan memiliki peran sebagai orang tua dalam keluarga.
6.    Masa setengah baya adalah mulai berkurangnya fungsi-fungsi organ, misalnya daya ingat, pendengaran dan sebagainya. Masa ini dimulai pada usia antara 40-65 tahun.
7.    Masa tua adalah masa yang dimulai pada usia diatas 65. Pada masa ini terjadi penurunan kecepatan dalam pergerakan dan meningkatnya ketergantungan terhadap orang lain.


BAB III
PENUTUP


Sering kali kita terutama orang menganggap perkembangan dan pertumbuhan itu sama. Namun sebenarnya kedua pengertian tersebut berbeda. Biarpun dalam kenyataannya proses ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Pertumbuhan merupakan perubahan yang dialami individu dalam aspek jasmaniah seperti berubahnya struktur tulang, tinggi, dan berat Perkembangan (development) ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, jadi bersifat kualitatif yang pengukurannya jauh lebih sulit daripada pengukuran pertumbuhan.
Teori Pertumbuhan diantaranya adalah Teori Cephalocoudal. , menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki. Bagian-bagian pada kepala tumbuh lebih dahulu daripada bagian-bagian yang lain. Teori Proximodistal, Menyatakan bahwa pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi. Alat-alat tubuh yang terdapat di pusat seperti jantung, hati dan alat-alat pencernaan lebih dahulu berfungsi daripada anggota tubuh yang ada di tepi.
Teori Perkembangan diantaranya Nativisme, Perkembangan dipengaruhi oleh faktor bawaan atau keturunan. Empirisme, menurut aliran ini perkembangan dipengaruhi oleh lingkungan. Seorang anak bagaikan sebuah kertas putih. Aliran ini menyebabkan adanya sikap yang terlalu optimis terhadap pendiidkan, padahal tidak semua pengalaman dari lingkungan yang menyenankan individu berbeda. Konvergensi, teori ini menyatakan bahwa perkembangan dipengaruhi oleh pembawaan dan linkungan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain pengaruh keluarga, pengaruh gizi, gangguan emosional, jenis kelamin, status sosial ekonomi, dan kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan antara lain faktor turunan (warisan), faktor lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat dan alam sekitar). Aspek-aspek Pertumbuhan dan Perkembangan antara lain pertumbuhan Fisik, intelek , emosi, sosial, bahasa, bakat khusus dan sikap, nilai dan moral

Alhamdulillah, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Apabila terjadi ketidakpasan atau kesalahan dari isi makalah ini itu karena keterbatasan kami dalam penyusunan makalah ini karena pengetahuan kami yang masih sangat minim. Kami berharap sedikit penjelasan yang ada dalam makalah ini dapat menambah wawasan para pembaca dan dapat memberikan manfaat dalam proses pembelajaran Kepribadian Guru. Kami berrharap pembaca dapat memberikan saran yang bersifat membangun demi tercapainya hasil yang lebih baik. Terima kasih telah berkenan membaca makalah kami dan semoga befmanfaat untuk kita semua. Amin.




Ahmadi, Abu dan Munawar Sholeh. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Rineka Cipta.  2005.

Danim, Sudarwan. Perkembangan Peserta Didik. Bandung : Alfabeta. 2010.

Hidayah, Rifa. Psikologi Pengasuhan Anak. Malang : UIN- Malang Press. 2009.

Masofa. Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan. 25 April 2010. (Online) (http://massofa.wordpress.com, diakses tanggal 22 Maret 2011)

MT Indiarti. Smart Baby. Yogyakarta : Pyramid Publisher. 2008

Pertumbuhan dan Perkembangan. 21 Oktober 2010.  (Online) (http://edukasi.kompasiana.com, diakses tanggal 22 Maret 2011)

Satriyo. Hakikat Pertumbuhan  dan Perkembangan. Maret 2010. (Online) (http://striyo.blogspot.com, diakses tanggal 22 Maret 2011)

Sunarto dan Agung Hartono. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta. 2002.

Wikipedia. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan . (Online).  (http://wikipedia.org.com, diakses tanggal 22 Maret 2011)