Viewer

Rabu, 19 September 2012

Bunda



Bunda…
Engkaulah embun penyejuk jiwa
Engkaulah cahaya bagi gelapnya jiwa
Engkaulah guru besar
Tanpa titel sarjana dan gelar
Engkaulah bunyi dawai kecapi firdausi
Yang diturunkan Tuhan ke bumi
Yang mengalunkan lagu cinta tiada henti

Selalu saja ku rindu
Abad-abad terus berlalu
Berjuta kali berganti baju
Nun jauh di sana mata bening menatapku haru
Penuh rindu
Mata bundaku yang slalu ku rindu

Bunda
Kucintai engkau dg tanpa keraguan di dalamnya
Padahal kebanyakan cinta adl fatamorgana
Ingin ku katakan padamu dg gamblang n tulus
Cintaku padamu terukir zahir n halus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar