Inilah kami...
kehidupan operator...
Dunia yang semakin maju sekarang sudah banyak menanamkan IT di setiap
sekolah. Banyak pendataan yang dilakukan secara offline maupun online, mulai
dari Dapodik, Padamu Negeri, Emis, BMD, SKP Online, Bos Online, Pendataan UN
Online, dan masih banyak online-online lainnya. Guru di sekolah ataupun
madrasah tugas pokoknya adalah mengajar, jika guru harus mengurusi pendataan
tersebut kasian para siswanya. Sekarang di sekolah/madrasah bahkan TK sudah
memiliki operator yang tugasnya untuk pengolahan data. Di sekolah maupun
madrasah sekarang sama saja banyak pendataan yang dikerjakan oleh operator. Mirisnya...
kasian para operator..hanya dimintai data tapi tidak diimbangi dengan
kesejahteraan yang layak... berani membuat aplikasi padamu, pendataan dapodik
harusnya juga bisa membuat peraturan anggaran resmi yg dikeluarkan dari
pemerintah, di dalam juknis bos No 161 Tahun 2014 yang mengatur tentang
penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan BOS 2015 pun tertulis dengan jelas tidak
ada alokasi untuk honor operator, hanya untuk pulsa, kebijakan mengelola
dana bos juga tergantung masing-masing sekolah... kalau ada panduan anggaran
resmi yg mengatur honor operator kan paling tidak bisa membuat operator lebih
legawa dalam melaksanakan tugas2 operator, lebih kasian lagi ada beberapa teman
operator yg kurang diperhatikan saat pengolahan data di dapodik n padamu negeri.
Ketika pendataan online kami berusaha sabar mengentri data satu persatu,
walaupun susah loading di siang hari, lebih banyak kami habiskan waktu entry di
malam hari. Bahkan tak jarang kami harus rela tidur sampai dini hari untuk
menyelesaikan tugas kami, kami merasa bertangung jawab atas tugas itu. Alhamdulillah
jika di sekolah tersebut terbentuk mental teamwork yang baik dimana guru atau
wali kelas ikut membantu dalam pengumpulan data dan pengecekan data, bisa
meringankan beban operator, kadang sesama operator saya miris mendengarkan
cerita teman, mungkin teman operator lainnya banyak yg mengalami juga, saat
pendataan, tak jarang mereka juga yang mengumpulkan datanya, mereka juga yang
mengeceknya, mereka juga yang mengentrinya. Lebih miris lagi jika mendengar ada
teman saya salah ketik memasukkan data, lalu mereka para pns yang sudah
sertifikasi dengan seenaknya menyalahkan tanpa memberikan haknya kepada dia,
mereka hanya taunya jadi, tapi tidak berusaha mengerti bagaimana proses pendataannya.
Banyak juga teman operator yang
tidak terjangkau jaringan internet di sekolah, misal di daerah pegunungan, yang
setiap akan entri data harus mencari jaringan internet dulu yang jauhnya
sekitar 10-20km dari sekolahnya. Mereka semua tetap melakukan itu karena mereka
punya tanggung jawab. Tapi banyak juga teman operator yang kurang diperhatikan
kesejahteraannya. Tugas-tugas pendataan yang banyak tidak diimbangi dengan
kesejahteraan yang cukup. Kalau memang dana bos tidak bisa untuk honor
operator, pihak sekolah maupun guru-guru yang sudah bersertifikasi harusnya memikirkan
operator. Alhamdulillah para guru yang sudah memikirkan operator dengan cara
menyisihkan sebagian rejekinya kepada operator. Kebangetan untuk guru yang
hanya bisa menuntut pendataan harus benar tanpa memikirkan nasib operator.
Saat ini jam 12 malam lebih, saat
yang lainnya tertidur pulas, masih banyak operator yang begadang sampai dini hari. Kami harus
merelakan waktu istirahat kami untuk menyelesaikan tanggung jawab kami. Kami mengerjakan
tugas-tugas operator tidak cukup di sekolah lalu kami selesaikan di rumah, tak
jarang saat mengerjakan di rumah kami khususnya yang sudah berkeluarga harus
menunggu si kecil tidur dulu, harus menunggu suami atau istri istirahat dulu.
Semoga Allah SWT mendengar doa para operator, semoga para operator diberi
nikmat yang banyak, nikmat sehat, nikmat mempunyai kawan yang baik, nikmat berbagi,
serta selalu ada rasa syukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kami.
Salam data #dee

mantabzzz
BalasHapus